SEKILAS INFO
18-09-2019
  • 9 bulan yang lalu / SMAN 7 Kota Bekasi – Terakreditasi “A”
  • 9 bulan yang lalu / Selamat Datang Di website resmi SMA Negeri 7 Kota Bekasi
Sejarah SMA Negeri 7 Kota Bekasi

SMA Negeri 7 Bekasi merupakan sebuah sekolah yang terletak di perbatasan antara Ibu Kota Jakarta, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Sekolah ini didirikan 31 Juli 1997. Luas lahan yang dimiliki ± 1 hektoare (satu hektar). Sebagai sekolah yang terletak di penghujung Kota Bekasi yang sekaligus pinggiran Jakarta maka sekolah ini bertekad untuk menjadi sebuah sekolah yang mampu menjadikan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Program peduli lingkungan mulai dikembangkan sejak tahun 2004. Bentuk kepedulian itu tertanam dalam sebuah misi sekolah, yaitu misi ke empat yang berbunyi “Menumbuhkan semangat kepedulian dalam memlihara lingkungan sekolah”.

Seiring dengan perkembangan sekolah, sekolah terus berbenah. Penataan lingkungan dilakukan dengan tanpa henti. Sikap peduli lingkungan terus ditanamkan pada setiap warga sekolah hingga sekarang. Bahkan sejak tahun 2006 pendidikan lingkungan hidup terus di rintis dan dimulai diintegrasikan ke dalam mata pelajaran, yang akhirnya pendidikan lingkungan hidup secara monolitik berdiri sendiri sebagai mata pelajaran muatan lokal, yang diberikan untuk kelas X dan XI.

Keberhasilan SMA Negeri 7 Bekasi mendapatkan penghargaan Adiwiyata dari Menteri Pendidikan Nasional dan Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2009 membawa semua warga sekolah terus menjalankan komitmennya tentang peduli lingkungan. Apalagi sekolah ini juga sebagai titik pantau penilaian Adipura Kota Bekasi. Program peduli lingkungan bukan hanya untuk dalam lingkungan sekolah, melainkan juga di luar lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan nyata yang baru saja dilakukan di awal bulan Februari 2010 ini adalah partisipasi semua warga sekolah (termasuk guru dan TU) untuk mengumpulkan satu oang satu pohon yang nantinya akan di tanam di tempat lain yang masih gersang.

Langkah Strategi Menuju Adiwiyata

Adiwiyata merupakan wahana baru dalam dunia pendidikan. Melalui program adiwiyata diharapkan sekolah menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika untuk mencapai kesejahteraan hidup dan pembangunan yang berkesinambungan. Sejak tahun 2006 SMA Negeri 7 Bekasi berjuang untuk mendidik dan menciptakan generasi peduli dan berbudaya lingkungan. Langkah nyata untuk menjadikan generasi tersebut ialah melalui program adiwiyata. Adapun langkah strategic yang dilakukan untuk mencapai adiwiyata diantaranya :

A. Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Kebijakan sekolah dalam upaya SMAN 7 Bekasi sebagai sekolah adiwiyata diantaranya :

  1. Pembuatan Visi dan Misi yang mencerminkan upaya penciptaan generasi peduli lingkungan.
  2. Melaksanakan kegiatan tahunan yang berkenaan dengan Lingkungan Hidup.
  3. Mengadakan sosialisasi tentang LH kepada seluruh warga sekolah, komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.
  4. Peningkatan sumberdaya manusia dalam LH (diklat, workshop, seminar, sarasehan, dll).
  5. Pelaksanaan penghematan suber daya alam (air, listri, dan ATK).
  6. Pembuatan anggaran yang memadai dalam rangka menuju ADIWIYATA.

B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

  1. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) menjadi mata pelajaran monolitik (muatan local) yang diajarkan pada kelas X dan kelas XI.
  2. Pengintegrasian PLH kedalam mata pelajaran lain misalnya biologi, kimia, geografi, kewarganegaraan, pendidikan agama islam, dll.
  3. Pembahasan isu lingkungan yang sedang actual, yang dapat berupa kejadian-kejadian local maupun global (misalnya peristiwa Situ Gintung) oleh beberapa pelajaran maupun didiskusikan dalam kegiatan di luar kelas.
  4. Memanfaatkan secara optimal semua sarana dan media pembelajaran yang tersedia di lingkungan sekolah.
  5. Pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran (missal : limah kertas untuk pembuatan topeng, peta timbul, dll)
  6. Mengembangkan metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang sedang dibahas

C. Pengembangan Kegiatan Berbasisi Partisipatif

  1. Mengadakan kegiatan aksi lingkungan yang melibatkan masyarakt sekitar (missal: kerja bakti, dll).
  2. Mengadakan kerjasam dengan fihak lain dalam mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup (missal: mendatangan narasumber dari BPLH, Dinas Kesehatan, LSM, dll).
  3. Membuat Ekstra Kurikuler yang mendukung PLH. (telah dibuat ekstra kurikuler Lingkungan Hidup, Pramuka, PMR)
  4. Mengikuti aksi lingkunga yang dilaksanakan oleh pihak lain (mengikuti berbagai lomba di BPLH, kemah Hijau, dll).
  5. SMAN 7 Bekasi sebagai salah satu titik pantau penilaian ADIPURA Kota Bekasi

D. Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah

  1. Optimalisasi penggunaan sarana pendukung sekolah dalam pembelajaran. Tidak ada sarana yang tak termanfaatkan, baik itu laboratorium, perpustakaan, masjid, taman, kolam ikan, dll.
  2. Pengelolaan sarana pendukudng yang ramah lingkungan. Dihindari penggunaan produk yang tidak ramah lingkungan, misalnya plastic, steloroform, dll. Seluruh fasilitas ditata dengan benar sesuai dengan kaidah lingkungan. Pencahayaan alami yang cukup untuk ruang kelas, kantor, dll. Dibuat peneduh yang tebuat dari pohon. Terdapat lahan terbuka yang memadai (40% lahan tertutup dan 60% lahan terbuka). Dibuat sumur resapan dan lubang biopori (11 sumur resapan, 150 lubang biopori).
  3. Pengelolaan sarana sanitasi dengan baik. Saluran air dikontrol dan dibersihkan secara berkala.
  4. Pelayanan kantin yang sehat dan bergizi. Dilakukan pemantauan mutu makanan dan jajanan kantin secara berkala. Pemantauan juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Data Sekolah

SMAN 7 Kota Bekasi

NPSN : 20223042

Jl. Lingkar Tata Kota, Kecamatan No. 107
KEC. Jatisampurna
KAB. Kota Bekasi
PROV. Jawa Barat
KODE POS 17433